Pilihan Editor

Ekowisata Meranti Rawa, HLG Yang Disulap Jadi Objek Wisata

×

Ekowisata Meranti Rawa, HLG Yang Disulap Jadi Objek Wisata

Sebarkan artikel ini
HLG Sungai Buluh yang disulap menjadi ekowisata
Ekowisata Meranti Rawa dengan keindahan alam yang alami

Kabar Sabak – Ekowisata Gambut Meranti Rawa yang berada di Desa Pematang Rahim Kecamatan Mendahara Ulu, merupakan Hutan Lindung Gambut (HLG) yang telah ‘disulap’ menjadi salah satu objek wisata di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Ekowisata HLG Sungai Buluh seluas 1.185 hektar tersebut dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Meranti Rawa,

Sejak diresmikan pada 13 Agustus 2024 lalu, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Meranti Rawa, terus berbenah diri demi memberikan kenyamanan para pengunjung. Menurut Ketua Pokdarwis Meranti Rawa Fauzi Ahmad Fauzi, Ekowisata Gambut Meranti Rawa kini memiliki jalur trekking, rumah pohon, gazebo, spot mancing dan berbagai fasilitas lainnnya yang membuat pengunjung semakin betah dan merasa nyaman.

“Kami mendapat dukungan dari Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) dan KKI Warsi, untuk membangun sarana dan prasarana ekowisata di HLG Sungai Buluh ini,” ujar Fauzi.

“Begitu juga dengan Pemkab Tanjab Timur dan Pemprov Jambi, yang selalu mensupport kami untuk membangun ekowisata gambut yang sebelumnya terkesan kurang terawatt,” tambahnya.

Disepanjang jalur trekking, pengunjung dapat menyusuri keindahan hutan gambut masih alami, ekosistem gambut dapat dilihat lebih dekat dengan keanekaragaman hayati khas lahan gambut. Keunikan topografi lahan gambut yang basah, menonjolkan nilai ekologi untuk memberikan edukasi kepada para pengunjung. Belum lagi ditambah dengan suasana yang sejuk dan suara kicau burung, membuat nilai tambah bagi siapa saja yang berkunjung ke Ekowisata Gambut Meranti Rawa.

“Begitu juga dengan keberadaan berbagai jenis hewan yang dapat dijumpai, baik itu berbagai jenis burung hingga hewan buas seperti beruang dan harimau masih ada di Kawasan ini,” terang Fauzi.

Baca Juga :  KPU Tanjab Timur Musnahkan 612 Susu Rusak dan Lebih

Lokasi ekowisata yang berada persis di pinggir jalan utama desa, dan jarak tempuh dari Kota Jambi yang hanya memakan waktu sekitar 1,5 jam. Membuat Ekowisata Gambut Meranti Rawa, dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin mencari tempat wisata.

“Konsep pembangunan Ekowisata Gambut Meranti Rawa adalah ekologi dan edukasi. Jadi selain berlibur, pengunjung dapat belajar tentang lahan gambut dan turut melestarikan hutan lindung yang menjadi paru-paru dunia,” papar Fauzi.

Terpisah Kepala Parbudpora Kabupaten Tanjabtim Zekki Zulkarnaen mengatakan, pengembangan Ekowisata Gambut Meranti Rawa sepenuhnya dikelola oleh Pokdarwis Meranti Rawa itu sendiri, Pemerintah dalam hal ini hanya mensupport, membantu membuat design perencanaan, dan penguatan SDM yang mengelola ekowisata tersebut.

“Selain komunitas seperti Pokdarwis Meranti Rawa, peran aktif perangkat desa dan masyarakat local tentu sangat diharapkan dalam mengembangkan ekowisata hutan gambut tersebut,” kata Zekki.

Parbudpora Kabupaten Tanjung Jabung Timur lanjut Zekki, telah merampungkan Master Plan dan Detail Engineering Design (DED) Ekowisata Gambut Meranti Rawa. Dimana Master Plan dan DED ini, nantinya dapat menjadi acuan bagi Pokdarwis Meranti Rawa dalam membangun objek wisata di hutan gambut.

“Yang jelas tujuan utamanya adalah menjaga dan melestarikan HLG. Kemudian bonusnya adalah objek wisata, selain dapat memberikan peluang usaha bagi masyarakat local, tidak menutup kemungkinan kawasan ini dapat menjadi primadona pilihan wisatawan lokal maupun mancanegara,” harap Zekki.(***)